Ghana berhasil meraih medali perunggu Women’s Africa Cup of Nations (WAFCON) setelah kalahkan juara bertahan Afrika Selatan 4-3 melalui adu penalti. Dibawah ini anda akan melihat informasi mengenai sepak bola perempuan menarik hari ini yang telah dirangkum oleh GOAL KEEPER.
Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 selama 90 menit ini ditentukan oleh eksekusi penalti, di mana kiper Ghana Cynthia Konlan kembali menjadi pahlawan dengan menyelamatkan dua tendangan lawan. Nancy Amoh, pemain pengganti Ghana, menjadi penentu kemenangan setelah berhasil mengeksekusi penalti terakhir dengan sempurna.
Sementara itu, dua pemain Afrika Selatan, Sibulele Holweni dan Hilda Magaia, gagal menjebol gawang Konlan. Kemenangan ini mengantarkan Ghana meraih medali WAFCON pertama mereka sejak 2016. Afrika Selatan, yang sebelumnya selalu berada di podium sejak 2016, harus puas finish di posisi keempat. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Banyana Banyana yang sebelumnya optimis bisa mempertahankan reputasi mereka sebagai juara bertahan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kesalahan Kiper yang Menentukan Jalannya Pertandingan
Pertandingan ini diwarnai oleh kesalahan fatal kedua kiper. Di babak pertama, kiper Ghana Cynthia Konlan terlalu lama memegang bola sehingga direbut Jermaine Seoposenwe, yang kemudian memberi assist kepada Nonhlanhla Mthandi untuk mencetak gol pembuka di menit ke-45.
Di babak kedua, giliran kiper Afrika Selatan Andile Dlamini yang melakukan blunder. Umpan silang Chantelle Boye-Hlorkah disundul Alice Kusi, dan Dlamini gagal mengamankan bola sehingga masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini menjadi penyeimbang sekaligus membawa pertandingan ke babak adu penalti.
Kedua tim sebenarnya menciptakan banyak peluang. Ghana lebih dominan dengan 15 tembakan, sementara Afrika Selatan hanya melepaskan 7 tembakan. Namun, efisiensi menjadi kunci, dan kesalahan kiper akhirnya menjadi penentu hasil pertandingan.
Baca Juga: MU Dinilai Ambil Risiko Besar Jika Gaet Calvert-Lewin, Apa Alasannya?
Performa Tim dan Strategi yang Berbeda
Ghana tampil lebih agresif dengan serangan sayap yang tajam melalui Comfort Yeboah dan Alice Kusi. Mereka terus menekan pertahanan Afrika Selatan, terutama melalui umpan-umpan silang dan tendangan sudut. Doris Boaduwaa dan Grace Asantewaa hampir mencetak gol, tetapi penyelamatan Dlamini masih solid.
Sementara itu, Afrika Selatan lebih mengandalkan serangan balik dan pertahanan rapat. Namun, perubahan formasi oleh pelatih Desiree Ellis justru membuat tim kehilangan ritme permainan. Pemain kunci seperti Refiloe Jane dan Linda Motlhalo tidak bisa memberikan dampak maksimal, sehingga serangan Banyana terlihat kurang tajam.
Di babak kedua, Ghana semakin percaya diri dengan memasukkan Evelyn Badu dan Princella Adubea. Badu bahkan hampir mencetak gol di menit ke-80, tetapi tendangannya hanya menghantam tiang gawang. Dominasi Ghana akhirnya terbayar lewat adu penalti.
Makna Kemenangan bagi Ghana dan Afrika Selatan
Kemenangan ini sangat berarti bagi Ghana, yang kembali ke podium WAFCON setelah 8 tahun. Tim yang dijuluki Black Queens ini membuktikan bahwa mereka bisa bersaing dengan tim-tim top Afrika. Kiper Cynthia Konlan dan pemain seperti Alice Kusi menjadi pilar penting dalam kesuksesan ini.
Sebaliknya, bagi Afrika Selatan, hasil ini menjadi kekecewaan besar. Sebagai juara bertahan, mereka gagal mempertahankan reputasi dan harus pulang tanpa medali. Pelatih Desiree Ellis perlu mengevaluasi performa tim, terutama di lini belakang yang kerap rapuh.
Pertandingan ini juga menunjukkan betapa ketatnya persaingan di WAFCON. Ghana membuktikan bahwa dengan kerja keras dan taktik tepat, tim underdog pun bisa mengalahkan juara bertahan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Ghana untuk persiapan Piala Dunia Wanita mendatang. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola perempuan terupdate lainnya hanya dengan klik goalkeeperkitdirect.com.