Pertandingan antara Bologna dan AS Roma di Liga Europa berlangsung sengit dan penuh tensi. Duel sesama klub Italia tersebut digelar di Stadio Renato Dall’Ara pada Jumat dini hari WIB. Kedua tim tampil dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan pada leg pertama.

Bologna sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan cukup baik. Tim tuan rumah bermain agresif dan berusaha menekan sejak awal pertandingan. Dukungan para suporter di stadion juga memberikan energi tambahan bagi para pemain Bologna untuk tampil maksimal.
Namun pertandingan akhirnya berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut membuat kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak berikutnya. Meski demikian, Bologna merasa tidak sepenuhnya puas dengan hasil tersebut karena menilai ada beberapa keputusan wasit yang merugikan mereka.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kritik Bologna terhadap Kepemimpinan Wasit
Pelatih Bologna, Vincenzo Italiano, menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. Laga ini dipimpin oleh wasit asal Jerman, Sven Jablonski, dengan Bastian Dankert bertugas sebagai VAR. Menurut Italiano, gaya kepemimpinan wasit terasa berbeda dari yang biasa mereka temui di kompetisi Serie A.
Italiano menilai wasit terlalu permisif dalam memimpin pertandingan. Ia menyebut beberapa pelanggaran yang menurutnya seharusnya diberikan kepada pemain Roma justru tidak dianggap sebagai pelanggaran. Hal ini membuat permainan menjadi lebih keras dan sulit dikontrol.
Menurut Italiano, perbedaan gaya kepemimpinan wasit dari negara lain terkadang memengaruhi jalannya pertandingan. Ia merasa beberapa keputusan penting seharusnya bisa lebih tegas sehingga tidak memicu kontroversi di lapangan.
Baca Juga: Fabian Schar Kembali Aman ke Newcastle Setelah Terjebak di Timur Tengah
Kontroversi Gol Penyama Kedudukan Roma

Salah satu momen yang paling dipersoalkan Bologna adalah proses gol penyama kedudukan Roma yang dicetak oleh Lorenzo Pellegrini. Gol tersebut terjadi setelah duel antara pemain Roma, Donyell Malen, dengan gelandang Bologna, Remo Freuler.
Italiano menilai seharusnya terjadi pelanggaran sebelum gol tersebut tercipta. Menurutnya, Freuler sedang menguasai bola ketika terjadi kontak dari Malen. Situasi tersebut seharusnya bisa dihentikan oleh wasit sebelum Roma melanjutkan serangan yang berujung gol.
Gol Pellegrini sempat diperiksa melalui VAR selama beberapa menit sebelum akhirnya disahkan. Meski teknologi video sudah digunakan, Bologna tetap merasa keputusan tersebut kurang adil karena mereka menganggap pelanggaran terjadi sebelum proses gol.
Keluhan Pemain dan Harapan di Leg Kedua
Penyerang Bologna, Santiago Castro, juga menyampaikan keluhan yang sama terkait kepemimpinan wasit. Ia merasa beberapa pelanggaran yang dialaminya selama pertandingan tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari wasit. Bahkan menurutnya, ada beberapa pelanggaran yang seharusnya berujung kartu kuning bagi pemain Roma.
Castro menilai timnya sebenarnya tampil sangat baik dalam pertandingan tersebut. Bologna bahkan sempat unggul lebih dulu melalui gol indah Federico Bernardeschi pada awal babak kedua. Gol tersebut sempat membuat tuan rumah berada di atas angin sebelum akhirnya Roma berhasil menyamakan kedudukan.
Meski kecewa dengan beberapa keputusan wasit, Bologna kini harus fokus menghadapi leg kedua yang akan berlangsung di Stadio Olimpico. Pertandingan tersebut akan menjadi penentuan bagi kedua tim untuk memperebutkan tiket ke babak berikutnya di Liga Europa. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di goalkeeperkitdirect.com.